<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah NAPZA / Narkoba Indonesia - NAPZA Magazine &#187; Buku</title>
	<atom:link href="http://www.napzaindonesia.com/category/humaniora/buku/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.napzaindonesia.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Amexica: War Along the Borderline</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/amexica-war-along-the-borderline.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/amexica-war-along-the-borderline.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Dec 2010 16:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[kartel]]></category>
		<category><![CDATA[Meksiko]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=4365</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Amexica: War Along the Borderline, Pengarang: Ed Vulliamy, Bahasa: Inggris, Halaman: 368 Penerbit: Farrar, Straus and Giroux Tahun: 26 Oktober 2010, Resensi: Robert J. Stevenson, Ph.D Ditulis oleh seorang jurnalis Inggris terkemuka yang tinggal di Arizona dan London, Amexica adalah sebuah buku komprehensif, historikal, dan tidak ketinggalan zaman. Sebuah dongeng jujur yang disajikan lewat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4484" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-full wp-image-4484" style="margin: 5px;" title="Image: NapzaIndonesia.com" src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2010/12/amexica_150_100.jpg" alt="" width="150" height="100" /><p class="wp-caption-text">Amexica</p></div>
<p>Judul: <strong>Amexica: War Along the Borderline</strong>, Pengarang: <strong>Ed Vulliamy</strong>, Bahasa:<strong> Inggris</strong>, Halaman: <strong>368 </strong>Penerbit: <strong>Farrar, Straus and Giroux Tahun: 26 Oktober 2010</strong>, Resensi: <strong>Robert J. Stevenson, Ph.D</strong></p>
<p>Ditulis oleh seorang jurnalis Inggris terkemuka yang tinggal di Arizona dan London, Amexica adalah sebuah buku komprehensif, historikal, dan tidak ketinggalan zaman. <span id="more-4365"></span>Sebuah dongeng jujur yang disajikan lewat perjalanan fisik dan pembelajaran sepanjang perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko yang dalam banyak segi merupakan sebuah kebudayaan tersendiri: bagian dari dua negara tetapi tidak sepenuhnya menjadi milik salah satu negara.</p>
<p>Sebagian dari buku ini adalah perjalanan sosial, sebagian adalah observasi mendalam, sebagian adalah usaha kritis untuk memahami isu-isu kompleks, sebagian adalah wawancara dan refleksi, sebagian adalah dokumentasi korupsi sistemik dan eksekusi publik, mutilasi, barbarisme, kemerosotan dan harapan.</p>
<p>Buku ini adalah jurnalisme superior, ditulis dengan menarik dan sangat informatif. Kebijakan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiksi) terkini telah menciptakan kekejaman dan menggerogoti peradaban, menukarnya dengan ketakutan dan kebisuan.</p>
<p>Kata &#8216;perang&#8217; bukanlah sekedar metafora, dan hal ini membutuhkan perhatian dan refleksi serius untuk menginformasikan kegagalan kebijakan &#8216;perang&#8217; tersebut.</p>
<p>Bila anda hanya dapat membaca satu buku tentang kebijakan NAPZA, bacalah buku ini. Mungkin, suatu hari nanti seorang jurnalis atau pelajar Meksiko akan benar-benar bebas menulis tentang hal ini.</p>
<p>Kita berhutang pada anak-anak yang hidup di perbatasan, yang setelah semua yang terjadi akan menjadi orang-orang yang paling berkepentingan memahami masalah NAPZA. (amz/YS/Gen)</p>
<p><!--Session data--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/amexica-war-along-the-borderline.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Opium: Uncovering the Politics of the Poppy</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/opium-uncovering-the-politics-of-the-poppy.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/opium-uncovering-the-politics-of-the-poppy.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Nov 2010 16:05:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Afghanistan]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[opium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=4170</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Opium: Uncovering the Politics of the Poppy, Pengarang: Pierre-Arnaud Chouvy, Bahasa: Inggris, Hal: 256 halaman, Penerbit: Harvard University Press, Tahun: 2010, diresensi oleh: Phillip S. Smith Lebih dari 10 tahun, Pierre-Arnaud Chouvy seorang peneliti Perancis telah membangun reputasi sebagai ahli terkemuka di bidang opium dan perdagangan opium, dan dengan buku &#8220;Opium&#8221;, ia membuka akses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4174" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-4174" href="http://napzaindonesia.com/opium-uncovering-the-politics-of-the-poppy.html/bukuopium"><img class="size-full wp-image-4174" style="margin: 5px;" title="coverOpium " src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2010/11/bukuOpium.jpg" alt="" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Opium</p></div>
<p style="text-align: left;">Judul: <strong>Opium: Uncovering the Politics of the Poppy</strong>, Pengarang: <strong>Pierre-Arnaud Chouvy</strong>, Bahasa: <strong>Inggris</strong>, Hal: <strong>256 halaman</strong>, Penerbit: <strong>Harvard University Press</strong>, Tahun: <strong>2010, </strong>diresensi oleh: <strong>Phillip S. Smith</strong></p>
<p style="text-align: left;">Lebih dari 10 tahun, <a href="http://napzaindonesia.com/opium-uncovering-the-politics-of-the-poppy.html" target="_blank">Pierre-Arnaud Chouvy</a> seorang peneliti Perancis telah membangun reputasi sebagai ahli terkemuka di bidang opium dan perdagangan opium, dan dengan buku &#8220;Opium&#8221;, <span id="more-4170"></span>ia membuka akses pengetahuan pada pembaca berbahasa Inggris.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan menerbitkan &#8220;Opium&#8221;, Chouvy telah mengungkap sejarah panjang dan menakjubkan dari bunga <em>poppy</em> penghasil opium dan menjelajah dinamika dibalik pola mutasi kultivasi yang pernah terjadi dan distribusi yang menandai perdagangan opium di masa lalu.</p>
<p style="text-align: left;">Chouvy juga menerangkan mengapa kebijakan anti NAPZA agresif yang telah diberlakukan puluhan tahun oleh Amerika Serikat dan PBB telah gagal menekan atau mengurangi produksi <em>poppy</em> ilegal.</p>
<p style="text-align: left;">Pengetahuan Chouvy tentang perdagangan opium sangatlah luas, ia telah menjalani bertahun-tahun kehidupannya di Asia, dari Myanmar dan Laos sampai Afganistan dan Pakistan.</p>
<p style="text-align: left;">Saat ia melacak evolusi perdagangan opium pada abad 20, ia menemukan betapa sangat sulitnya menekan peredaran <em>poppy</em>, si pereda sakit.</p>
<p style="text-align: left;">Chouvy membawa pembaca pada kisah kesuksesan China (walaupun secara temporer) melarang peredaran opium pada 1950 dan menunjukkan betapa pelarangan justru memicu produksi opium di perbatasan selatan di Thailand, Laos dan Myanmar.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam perjalanannya, Chouvy menyingkap kesia-siaan perang terhadap NAPZA dengan membuka relasi saling menguntungkan antara ekonomi NAPZA dan ekonomi perang.</p>
<p style="text-align: left;">Sebuah perdagangan yang mempersubur kemiskinan dan keterbelakangan karena konflik penuh kekerasan yang tak mampu diredakan oleh kekuatan militer sekalipun. Sehingga, logika yang melatar belakangi perang terhadap NAPZA hampir seluruhnya kontra produktif (Orang dapat berargumen bahwa pasar memicu adanya produksi, walaupun opium tergolong jenis komoditas yang menciptakan pasarnya sendiri).</p>
<p style="text-align: left;">Hal tersebut bukanlah pokok masalah, Chouvy lebih menitikberatkan pada kronologi. Terutama pada area yang didominasi oleh paradigma perang terhadap NAPZA buatan AS dan PBB.</p>
<p style="text-align: left;">Pendekatan tersebut telah terbukti gagal, karena pemusnahan dijadwalkan sebelum pengembangan alternatif dilakukan. Permasalahan pokok ini saling terkait. Pengembangan solusi alternatif harus dilakukan sebelum adanya kebijakan pemusnahan atau  pelarangan, atau kebijakan tersebut akan sama sekali tak berfungsi.</p>
<p style="text-align: left;">Masalah ketiga dengan program pengembangan alternatif adalah, sampai sekarang, AS telah merancang sebuah kebijakan &#8216;satu untuk semua&#8217; tanpa memandang perbedaan pola penanaman <em>poppy</em> di perbatasan tiap-tiap negara, terutama di dalam sebuah negara.</p>
<p style="text-align: left;">Di Afghanistan contohnya, petani <em>poppy</em> yang miskin yang kekurangan persediaan pangan terpaksa menanam<em> poppy</em> disela-sela tanaman pangannya, sementara petani <em>poppy</em> yang kaya menambah jumlah tanaman <em>poppy </em>untuk meraih keuntungan yang lebih besar.</p>
<p style="text-align: left;">Program pengembangan harus dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik di skala lokal dan pada kondisi tertentu, tulis Chouvy.</p>
<p style="text-align: left;">Tetapi, mengurangi penanaman opium memiliki tantangan fundamental.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Sangat perlu mengidentifikasi dan memperhatikan penyebab kemiskinan dan kekurangan pangan, bila produksi poppy akan dikurangi atau ditekan,&#8221; imbuh Chouvy.</p>
<p style="text-align: left;">Ini sebuah hal yang sangat sulit bagi sebuah negara seperti Afganistan dan Myanmar, dan kebijakan ini menuntut adanya perubahan ekonomi, sosial dan politik yang mungkin tidak diperhatikan oleh mayoritas negara-negara donor seperti AS.</p>
<p style="text-align: left;">Dengan &#8220;Opium&#8221;, Chouvy telah memberikan kontribusi besar pada literatur perdagangan <em>poppy</em>.</p>
<p style="text-align: left;">Buku Chouvy sangat perlu dibaca oleh para akademisi, aktivis, pemangku kebijakan, pekerja LSM, dan siapa saja yang memiliki ketertarikan serius pada perdagangan opium dan bagaimana menyikapinya. (YS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/opium-uncovering-the-politics-of-the-poppy.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Powderburns: Cocaine, Contras and The Drug War</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/powderburns-cocaine-contras-and-the-drug-war.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/powderburns-cocaine-contras-and-the-drug-war.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 14:13:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[AS]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[kartel]]></category>
		<category><![CDATA[kokain]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[narkotika]]></category>
		<category><![CDATA[Nikaragua]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=4155</guid>
		<description><![CDATA[Judul: Powderburns: Cocaine, Contras &#38; the Drug War, Bahasa: Inggris, Hal: 240 halaman, Penerbit: Mosaic Press, Tahun: September 1994. Resensi: Powderburns mengisahkan tentang Celerino Castillo III, mantan agen Drug Enforcement Agency (DEA) yang bertugas di Amerika Tengah. Ia menjadi saksi hidup keterlibatan Oliver North and pemerintahan Presiden Ronald Reagan dalam menyelundupkan kokain untuk membiayai pasukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4162" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a rel="attachment wp-att-4162" href="http://napzaindonesia.com/powderburns-cocaine-contras-and-the-drug-war.html/bukucelecastiloiii"><img class="size-full wp-image-4162" style="margin: 5px;" title="bukuCeleCastiloIII" src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2010/11/bukuCeleCastiloIII.jpg" alt="" width="150" height="100" /></a><p class="wp-caption-text">Powderburns</p></div>
<p style="text-align: left;">Judul: <strong>Powderburns: Cocaine, Contras &amp; the Drug War</strong>, Bahasa: <strong>Inggris</strong>, Hal: <strong>240 halaman</strong>, Penerbit: <strong>Mosaic Press</strong>, Tahun: <strong>September 1994</strong>.</p>
<p style="text-align: left;">Resensi:</p>
<p style="text-align: left;"><em>Powderburns</em> mengisahkan tentang Celerino Castillo III, mantan agen Drug Enforcement Agency (DEA) yang bertugas di Amerika Tengah. <span id="more-4155"></span>Ia menjadi saksi hidup keterlibatan Oliver North and pemerintahan Presiden Ronald Reagan dalam menyelundupkan kokain untuk membiayai pasukan Contra.</p>
<p style="text-align: left;">Buku ini dipublikasikan sebelum artikel Gary Webb &#8220;Dark Alliance&#8221; yang terbit pada 1997. Artikel kontroversial Gary Web tersebut juga membahas tentang peran Central Intelligence Agency (CIA) dalam membawa <em>crack</em> (kokain) ke jalanan Amerika.</p>
<p style="text-align: left;">Buku Castillo menceritakan kisah yang terpercaya yang ditulis oleh orang paling memahami skandal tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam menjalankan misinya Castillo diam-diam menyelidiki jaringan perdagangan kokain CIA. Ia mendapati adanya jual beli kokain dengan senjata yang dioperasikan oleh Letnan Kolonel Oliver North, Richard Secord dan anak perusahaan CIA, Southern Air Transport di luar bandara Ilopango di El Salvador.</p>
<p style="text-align: left;">North dan para bawahannya menjual senjata dengan harga sangat mahal ke Iran, sementara membanjiri kota-kota di Amerika dengan kokain. Mereka menggunakan keuntungan perdagangan tersebut untuk kembali membeli senjata yang kemudian dibawa ke Nikaragua dan ditukar dengan kokain.</p>
<p style="text-align: left;">Kokain tersebut dibawa ke Amerika dibawah perlindungan pasukan militer AS dan CIA. Pesawat dan hanggar pesawat dimiliki oleh CIA dan Dewan Keamanan Nasional AS (NSA). Pilot-pilot yang menerbangkan pesawat tersebut dikontrak oleh CIA.</p>
<p style="text-align: left;">Korupsi dan keterlibatan CIA dalam industri perdagangan obat-obatan ilegal tidak membuat Castillo mundur dari misi pengungkapannya.</p>
<p style="text-align: left;">Berkali-kali Castillo dipergoki oleh atasan langsungnya di DEA karena berada di tempat-tempat yang bukan seharusnya saat ia melakukan investigasi.</p>
<p style="text-align: left;">Ketika terjadi kecelakaan heli kedua, Cele dianggap bertanggung jawab atas insiden ini, dan membuat murka para  bandar kokain yang menantikan tibanya pesanan.</p>
<p style="text-align: left;">Tetapi, Castillo melanjutkan penyelidikan dan melaporkan semuanya pada DEA Washington. Kisah pengungkapan yang luar biasa, dilakukan oleh satu orang melawan kekuatan-kekuatan besar untuk menegakkan keadilan. (YS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/powderburns-cocaine-contras-and-the-drug-war.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>After-Prohibition</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/after-prohibition.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/after-prohibition.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 19:52:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Judul: After-Prohibition, Editor: Timothy Lynch, Bahasa: Inggris, Hal: 193 halaman, Penerbit: Cato Institue, Washington DC, USA, Tahun: 2000, Resensi: Perang terhadap narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) yang telah puluhan tahun dilakukan di Amerika Serikat ternyata menjadi perang yang panjang dan melelahkan. Seolah menjadi perang yang tidak pernah usai bahkan bisa dikatakan gagal, karena jargon [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-157" style="margin: 5px;" title="after-prohibition_130" src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2009/09/after-prohibition_130.jpg" alt="after-prohibition_130" width="150" height="100" />Judul: <strong>After-Prohibition</strong>, Editor: <strong>Timothy Lynch</strong>, Bahasa: <strong>Inggris</strong>, Hal: <strong>193 halaman</strong>, Penerbit: <strong>Cato Institue, Washington DC</strong>, USA, Tahun: 2000, Resensi:</p>
<p style="text-align: justify;">Perang terhadap narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) yang telah puluhan tahun dilakukan di Amerika Serikat ternyata menjadi perang yang panjang dan melelahkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Seolah menjadi perang yang tidak pernah usai bahkan bisa dikatakan gagal, <span id="more-155"></span>karena jargon pemerintah federal Amerika Serikat untuk membebaskan Amerika dari pengaruh NAPZA tidak pernah terwujud. Sebagai catatan pemerintah Amerika pernah mencanangkan &#8220;Amerika Bebas NAPZA 1995&#8243; namun hingga saat ini pencanangan tersebut tidak pernah terwujud.</p>
<p style="text-align: justify;">Pencanangan &#8220;Amerika Bebas NAPZA 1995&#8243; bukan perkara mudah dan murah, karena konggres Amerika telah mengucurkan dana hingga milyaran dollar Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">Dana yang tidak sedikit ini digunakan oleh pemerintah federal untuk membiayai operasi-operasi anti NAPZA yang dilakukan oleh kepolisian, kejaksaan, pengadilan NAPZA, dan penjara di seluruh negara bagian.</p>
<p style="text-align: justify;">Kendati Jutaan orang ditahan dan jumlah barang sitaan NAPZA yang tak terhitung nilainya namun Amerika tetap tidak bebas dari NAPZA. Bahkan hingga saat ini NAPZA ilegal dengan mudah didapatkan, semudah yang terjadi di masa lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebijakan pelarangan NAPZA terbukti menjadi sebuah kegagalan yang mahal. Seperti halnya pelarangan alkohol, pelarangan NAPZA menciptakan lebih banyak permasalahan daripada memperbaiki keadaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perang terhadap NAPZA telah menghancurkan kehidupan penduduk kota, menciptakan penegak hukum yang korup, dan membuat kebijakan luar negeri Amerika menjadi tidak jelas. Tetapi, masih saja pelarangan NAPZA dipandang sebagai strategi jitu oleh para elit politik Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebalikannya, kebijakan NAPZA alternatif – seperti legalisasi NAPZA – berada jauh diluar parameter pembicaraan serius di Washington DC. Tidak seorang pun dapat menjamin bahwa legalisasi NAPZA akan menjadi penyelesaian untuk semua masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah dapat dipastikan bahwa penyalahgunaan NAPZA akan tetap menjadi masalah walaupun kebijakan legalisasi NAPZA diterapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi kebijakan pelarangan NAPZA adalah sebuah kebijakkan kontra produktif yang memperlakukan rakyat Amerika dengan sangat sedikit rasa hormat. Kebijakan tersebut memperlakukan rakyat Amerika seperti anak-anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah saatnya untuk berkompromi dengan masalah penggunaan NAPZA pada orang dewasa dengan cara yang lebih terbuka, jujur dan dewasa. Perang terhadap NAPZA telah diberi kesempatan untuk membuktikan keberhasilannya, tetapi kebijakan tersebut telah gagal dengan sangat menyedihkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini ditulis oleh beberapa praktisi yang sangat berpengalaman di bidangnya. Selain Timothy Lynch ada juga Ted Galen Carpenter (Wakil Presiden untuk Studi Pertahanan dan Kebijakan Luar Negeri, Cato Institute), Steven Duke (Prof Hukum, Yale Univ.), Gary Johnson (Gubernur New Mexico), David Klinger (Prof. Kriminologi, Univ. of Missouri), Michael Levine (Mantan Agen Drug Enforcement Agency), Daniel Lungren (mantan Kepala Departemen Kehakiman &#8211; California).</p>
<p style="text-align: justify;">Buku ini cukup layak untuk dibaca dan dimiliki, bahkan sangat layak dijadikan referensi bagi para penegak hukum dan akademisi di Indonesia, mengingat persoalan yang sama juga terjadi di negara kita yang tercinta ini.(YS/Gen)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/after-prohibition.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

