<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah NAPZA / Narkoba Indonesia - NAPZA Magazine &#187; Sosok</title>
	<atom:link href="http://www.napzaindonesia.com/category/humaniora/sosok/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.napzaindonesia.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Steve Jobs: Menggunakan LSD Adalah Salah Satu Hal Terbaik Yang Pernah Saya Lakukan</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/steve-jobs-menggunakan-lsd-adalah-salah-satu-hal-terbaik-yang-pernah-saya-lakukan.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/steve-jobs-menggunakan-lsd-adalah-salah-satu-hal-terbaik-yang-pernah-saya-lakukan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Oct 2011 21:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[LSD]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=10713</guid>
		<description><![CDATA[Palo Alto &#8211; Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia. Foto-foto semasa hidup Jobs tersebar luas melalui jutaan produk MacBook, iPad, iPhone, dan produk-produk revolusioner lain yang telah dirancang dan dipasarkan Jobs dengan jenius. Jobs kini disejajarkan dengan Thomas Edison dan Henry Ford. Media mendongkrak kepopuleran Steve Jobs dengan terus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<div id="attachment_10714" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img class="size-full wp-image-10714 " style="margin: 5px" src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/10/steve_jobs_150_100.jpg" alt="" width="150" height="100" /><p class="wp-caption-text">Steve Jobs</p></div>
<p></strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Palo Alto</strong> &#8211; Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia. Foto-foto semasa hidup Jobs tersebar luas melalui jutaan produk <em>MacBook</em>,<em> iPad</em>,<em> iPhone</em>, dan produk-produk revolusioner lain yang telah dirancang dan dipasarkan Jobs dengan jenius.</p>
<p>Jobs kini disejajarkan dengan Thomas Edison dan Henry Ford. Media mendongkrak kepopuleran Steve Jobs dengan terus menerus mempublikasikan nasehat-nasehat terkenal yang pernah diungkap oleh Steve Jobs selama 40 tahun karirnya yang cemerlang. Salah satu nasehat Jobs yang paling terkenal adalah, &#8220;Waktumu terbatas, jadi jangan pernah kau membuang waktu dengan menjiplak kehidupan orang lain.&#8221;<span id="more-10713"></span></p>
<p>Salah satu pengakuan paling populer yang pernah dinyatakan oleh Jobs adalah kecintaannya pada NAPZA <em>psychedelic</em> LSD. Pernyataan tersebut diungkap dalam buku sejarah populer tentang terbentuknya komputer personal &#8220;<em>What the Dormouse Said: How the Sixties Countercultre Shaped the Personal Computer&#8221;</em> yang ditulis John Markoff, reporter bidang teknologi <em>New York Times</em>. Buku yang ditulis Markoff pada 2005 ini mengutip pengakuan Jobs,&#8221;Menggunakan LSD adalah salah satu dari dua atau tiga hal terpenting yang sudah saya lakukan dalam hidup ini.&#8221;</p>
<p>Bahwa Jobs menggunakan LSD dan merasakan pengaruh berarti LSD dalam menghasilkan pemikiran-pemikiran luar biasa dibidang teknologi komputer, ternyata banyak dialami para jenius komputer lainnya. Menurut Markoff, NAPZA <em>pyschedelic</em> mendorong revolusi komputer dan internet dengan menunjukkan pada masyarakat bahwa hal-hal nyata dapat diubah melalui cara-cara tak biasa, melalui pemikiran yang sangat intuitif.</p>
<p>Pemikiran yang berbeda atau <em>Think Different</em>, slogan Steve Jobs, adalah salah satu pengalaman yang dihasilkan saat menggunakan LSD. &#8220;Ketika saya menggunakan LSD dan mendengarkan sesuatu, itulah ritme yang sesungguhnya. LSD membawa saya ke dunia berbeda, ke sebuah tempat dimana otak saya berhenti berfikir dan mulai memahami,&#8221; ujar Kevin Herbert, pelopor <em>Cisco System</em>, sebuah perusahaan global produsen perangkat keras jaringan internet dan intranet.</p>
<p>Jobs juga mengatakan, bahwa Bill Gates akan dapat melakukan sesuatu yang lebih bila saja ia mau mencoba menggunakan LSD. Sementara Bill Gates dalam sebuah wawancara dengan majalah Playboy pada 1994 tidak menyangkal bahwa ketika remaja ia pernah mencoba-coba memakai LSD.(YS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/steve-jobs-menggunakan-lsd-adalah-salah-satu-hal-terbaik-yang-pernah-saya-lakukan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Samuel Nugraha: Kalahkan Adiksi, Pulihkan Martabat Pengguna NAPZA</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/samuel-nugraha-kalahkan-adiksi-pulihkan-martabat-pengguna-napza.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/samuel-nugraha-kalahkan-adiksi-pulihkan-martabat-pengguna-napza.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Apr 2011 07:23:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[rehabilitasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=7294</guid>
		<description><![CDATA[Bogor &#8211; Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil Sam. Sam ditemui di Rumah Singgah PEKA, sebuah rumah rehabilitasi berbasis komunitas yang didirikannya di kota hujan Bogor. Rumah Singgah PEKA adalah rumah rehabilitasi berbasis komunitas yang diinisiasi oleh Sam dan kawan-kawan pada November 2009. Rumah PEKA menerima klien untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<div id="attachment_7296" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><strong><img class="size-thumbnail wp-image-7296" src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/04/Sam-Nugraha2_150_100-150x100.jpg" alt="" width="150" height="100" /></strong><p class="wp-caption-text">Sam Nugraha</p></div>
<p><strong>Bogor</strong> &#8211; Malam beranjak larut ketika <strong>NapzaIndonesia.com </strong>menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil Sam. Sam ditemui di Rumah Singgah PEKA, sebuah rumah rehabilitasi berbasis komunitas yang didirikannya di kota hujan Bogor.</p>
<p>Rumah Singgah PEKA adalah rumah rehabilitasi berbasis komunitas yang diinisiasi oleh Sam dan kawan-kawan pada November 2009. Rumah PEKA menerima klien untuk menjalani perawatan ketergantungan NAPZA dengan metode Rumah Singgah PEKA adalah rumah rehabilitasi berbasis komunitas yang diinisiasi oleh Sam dan kawan-kawan pada November 2009. <span id="more-7294"></span></p>
<p>Rumah PEKA menerima klien untuk menjalani perawatan ketergantungan NAPZA dengan metode<em> Multi-Disciplinary Model</em>, sebuah program yang menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh dengan menggunakan berbagai komponen yang berkaitan dengan beberapa pendekatan termasuk pengintegrasian hubungan antara klien dan keluarga.</p>
<p>Sam yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Nasional Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI) menceritakan riwayat awal penggunaan NAPZA-nya pada 1994 yang diawali dari memanfaatkan uang saku untuk membeli berbagai jenis NAPZA, dari ganja, shabu, ineks, lsd, kokain, mushroom, pil koplo, dan pada ahirnya NAPZA favorit Sam adalah putaw*.</p>
<p>Dari coba-coba akhirnya dosis kecil dirasa makin tidak mencukupi. Akhirnya Sam menggunakan sampai 2 gram putaw perhari dengan cara dihirup. Uang saku makin tidak berarti untuk memenuhi kebutuhannya. Sam mulai menjual barang-barang pribadinya, jaket kulit kesayangan, sampai komik hasil koleksi sejak masa kecilnya.</p>
<p>Seiring kebutuhan NAPZA yang tidak terbendung lagi, Sam memutuskan menjual motor untuk memodali langkah awalnya sebagai bandar. Ia cukup dikenal di wilayah tempat tinggalnya. Hal itu dilakukannya karena desakan kebutuhan NAPZA yang harganya sangat tinggi di pasar gelap.</p>
<p>Sam kehilangan segalanya, harta benda tak bersisa, dan yang terpenting adalah kepercayaan dari orangtua, sahabat, dan sanak keluarga. Ia mulai befikir untuk menjalani program penanganan adiksi. Langkah awal dimulai dari berobat ke dokter umum. Usaha Sam tak berhasil, badannya terus menerus sakit karena menagih obat.</p>
<p>Sam mencoba berkonsultasi ke psikiater, hingga akhirnya ia justru dirujuk untuk dirawat di Rumah Sakit Jiwa. Anjuran psikiater itu dituruti olehnya, tapi hanya halusinasi dan fikiran yang tak lepas-lepas memikirkan putaw dituai Sam. Putus asa karena tak kunjung mampu mengalahkan keinginan mengkonsumsi putaw, Sam pernah dua kali berusaha bunuh diri.</p>
<p>Beruntung Sam akhirnya memutuskan untuk menjalani rehabilitasi di sebuah lembaga. Setelah menjalani 6 bulan masa rehabilitasi , kehidupan Sam menjadi lebih stabil. Ia mulai berkarya menjadi seorang pendidik sebaya bagi rekan pecandu lain tanpa digaji. Bagi Sam, hal yang ia lakukan sangat membanggakan karena ia melakukan hal yang bermanfaat bagi orang lain.</p>
<p><strong>Bekerja di Badan PBB</strong></p>
<p>Sam semakin aktif menjalankan aktivitas diantara rekan-rekan pecandu NAPZA dan orang terinfeksi HIV. Ia memprakarsai terbentuknya sebuah kelompok dukungan orangtua yang anaknya terinfeksi HIV. Berdirilah Yayasan PITA. Setelah kegiatan Yayasan PITA rutin berjalan, Sam meninggalkan aktivitas di Yayasan tersebut.</p>
<p>Sam kemudian bertemu dengan salah seorang petinggi the Joint United Nations Programme on HIV/AIDS (UNAIDS) yang menganjurkannya untuk melamar ke lembaga PBB tersebut. Sam sempat menolak karena merasa dirinya hanya lulusan SMA. Tetapi setelah mendapat banyak dukungan akhirnya Sam memberanikan diri melamar. Dari 32 pelamar yang rata-rata lulusan S2, justru Sam yang berhasil mendapatkan posisi sebagai <em>Community Liaison Assistant</em>. Setelah setahun, ia dipromosikan sebagai <em>Partnership and Network Assistant.</em> Sam sempat pula berkarir di <em>United Nations Office on Drugs and Crime</em> (UNODC) sebagai National Program Officer pada 2008.</p>
<p><strong>Kembali ke Komunitas</strong></p>
<p>Selama 5 tahun bekerja di lembaga PBB dengan tujuan berkontribusi pada komunitas terdampak HIV dan NAPZA, Sam melihat kesenjangan antara komunitas, pemerintah dan lembaga internasional. Dan kesenjangan ini belum tertangani dengan baik. Komunitas pengguna NAPZA kerap dijadikan kambing hitam dalam kegagalan sebuah program penanganan HIV, dikaitkan dengan ketidakmampuan mereka bekerja secara profesional.</p>
<p>Dan bila dari komunitas ternyata ada seseorang yang memenuhi kriteria, maka dengan segera ia akan ditarik untuk bekerja pada pemerintah atau lembaga internasional. Komunitas akan selalu kekurangan sumber daya manusia yang mampu untuk membangun komunitas itu sendiri karena daya tarik finansial yang ditawarkan pemerintah atau lembaga internasional.</p>
<p>Sam bercita-cita berbagi ilmu dan informasi untuk mengembangkan kemampuan komunitas pengguna NAPZA untuk bertahan hidup, dengan tidak bergantung pada lembaga-lembaga donor. Peningkatan kualitas hidup pengguna NAPZA seperti kepemilikan asuransi kesehatan, dana pensiun, pendapatan yang layak, pengakuan profesi adalah hal-hal penting yang diperjuangkan Sam bagi komunitas pengguna NAPZA.(emh/YS)</p>
<p>*putaw: heroin kualitas rendah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/samuel-nugraha-kalahkan-adiksi-pulihkan-martabat-pengguna-napza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arthur, Mantan Pecandu Yang Sukses Menjadi General Manager</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/arthur-mantan-pecandu-yang-sukses-menjadi-general-manager.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/arthur-mantan-pecandu-yang-sukses-menjadi-general-manager.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2009 08:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[ganja]]></category>
		<category><![CDATA[heroin]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://napzaindonesia.com/?p=294</guid>
		<description><![CDATA[Kuta &#8211; Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini menetap di Bali. Petualangan lelaki berwajah indo, di dunia narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) ini dimulai sejak kelas 1 SMP. Saat itu Arthur sudah mulai mencoba menggunakan obat-obat penenang dan ganja karena mengikuti tren pergaulan. Kepada NapzaIndonesia.com, Arthur, mengaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-295" style="margin: 5px;" title="arthur001" src="http://napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2009/10/arthur001.jpg" alt="arthur001" width="150" height="100" />Kuta</strong> &#8211; Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini menetap di Bali. Petualangan lelaki berwajah indo, di dunia narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) ini dimulai sejak kelas 1 SMP. Saat itu Arthur sudah mulai mencoba menggunakan obat-obat penenang dan ganja karena mengikuti tren pergaulan.<span id="more-294"></span></p>
<p style="text-align: left;">Kepada <strong>NapzaIndonesia.com</strong>, Arthur, mengaku saat mulai menggunakan NAPZA, Ia kurang memahami dampak negatif yang ditimbulkan dari obat-obatan yang dikonsumsinya itu.</p>
<p style="text-align: left;">Pada 1992, seiring dengan berjalannya waktu, Arthur yang saat itu sudah duduk di bangku SMA makin menjadi. Dari coba-coba menggunakan ganja, Ia mulai menggunakan heroin.</p>
<p style="text-align: left;">Saat menggunakan <em>hard drugs</em> ini, Ia sudah tahu pasti bahaya apa yang menantinya. Tapi rasa ingin tahu dan keinginan untuk mendapatkan kenikmatan yang &#8220;lebih&#8221; telah membuat Ia mengabaikan kecemasan akan dampak buruk heroin.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Dalam waktu singkat, heroin yang dikonsumsi dengan cara dihirup tidak lagi memuaskan, saya pun mulai menggunakan heroin dengan cara menyuntik.&#8221; ujar lelaki kelahiran 7 Juli ini.</p>
<p style="text-align: left;">3 tahun berada dalam ketergantungan heroin membuat kehidupan Arthur bertambah buruk. Satu persatu kawan dan sahabat mulai menjauhinya, dan keluarga sering memperingatkan Arthur untuk kembali menata hidupnya.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Hidup saya menjadi tidak teratur dan hanya terpaku pada satu tujuan, yakni bagaimana bisa mendapatkan kebutuhan obat untuk hari itu.&#8221; imbuh lelaki yang saat di kota asalnya dahulu sempat tergabung dalam perkumpulan Bikers Brotherhood Bandung (BBB) ini.</p>
<p style="text-align: left;">Tiga tahun kemudian, Arthur memutuskan untuk menempuh terapi dan rehabilitasi pada sebuah klinik ketergantungan NAPZA di Singapura. Selama 2 tahun di negeri Singa ini, Ia berjuang untuk mengalahkan ketergantungannya pada NAPZA dengan bertahan menjalani pengobatan di klinik tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">Akibat menggunakan NAPZA,  salah satu ginjalnya harus diangkat, dan fungsi lever-nya pun menurun. Arthur menjadi lebih pelupa dan mengalami kesulitan untuk mengendalikan temperamen. Arthur juga masih menderita <em>insomnia</em> yang biasa menghinggapi para mantan pengguna NAPZA.</p>
<p style="text-align: left;">Dokter mewajibkan dirinya untuk selalu menjaga pola makan serta istirahat yang cukup untuk mempertahankan kesehatannya.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Dari Bandung Menuju Bali</strong></p>
<p style="text-align: left;">Pada 1997, Arthur kembali ke Indonesia. Ia-pun memutuskan untuk meninggalkan Bandung untuk menuju ke Bali. Keputusannya ini adalah untuk menghindari lingkungan pergaulannya yang lama, yang belum lepas dari penggunaan NAPZA ilegal.</p>
<p style="text-align: left;">Keinginan kuat Arthur untuk mengubah hidupnya dengan cara pindah ke Bali, tidaklah sia-sia. Di Bali cita-citanya untuk mengembangkan hobi lama di bidang perakitan motor besar tercapai.</p>
<p style="text-align: left;">Tekad yang kuat dari Arthur untuk membuka lembaran baru hidupnya di Bali pun berbuah manis. Di Pulau Dewata ini, Ia bertemu dengan Steven Malotsis (41), seorang pengusaha asal Melbourne &#8211; Australia. Mereka pun kemudian bekerjasama mengembangkan sebuah usaha persewaan dan perakitan motor besar jenis <em>chopper</em> yang berlokasi di kawasan jalan Melasti, Legian-Bali.</p>
<p style="text-align: left;">Perusahaan yang didirikan pada 2007 lalu ini, sampai sekarang menjadi satu-satunya tempat acuan bagi para penggemar <em>chopper</em> yang berkunjung ke Bali, baik sekedar untuk menyewa atau memesan motor <em>chopper</em> rakitan dan modifikasi sesuai keinginan mereka.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Chopper Heaven</em> yang dikelolanya ini, telah membawa Arthur meraih sukses dalam dunia yang sangat Ia minati, motor besar.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Tidak kurang dari 20 klub motor besar dari mancanegara menjadikan Chopper Heaven tempat singgah untuk bertukar informasi tentang motor Chopper.&#8221; ujar General Manager Chopper Heaven ini.</p>
<p style="text-align: left;">Tidak hanya jadi tempat rujukan dunia motor besar semata, Arthur dan Chopper Heaven yang dikelolanya pun kerap menghadiri beragam kegiatan motor besar internasional.</p>
<p style="text-align: left;">Kepada <strong>NapzaIndonesia.com</strong>, Arthur merasa bangga bahwa Ia dapat mengubah hidupnya menjadi lebih berguna dan terarah pada saat berhasil meninggalkan penggunaan <em>hard drugs</em>. Ia yakin, keberhasilannya ini dapat juga diraih oleh teman-teman lain yang saat ini masih berada dalam ketergantungan NAPZA.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Kunci keberhasilan saya karena ada dukungan dari keluarga serta tekad kuat dari dalam diri saya sendiri untuk meninggalkan dunia penyalahgunaan NAPZA.&#8221; papar lelaki tidak pernah malu mengakui keberadaan dirinya sebagai mantan pengguna NAPZA.</p>
<p style="text-align: left;">Ia berharap dengan berbagi kisah hidupnya ini, Ia dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman pengguna NAPZA lainnya untuk dapat meraih kehidupan yang lebih baik.(YS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/arthur-mantan-pecandu-yang-sukses-menjadi-general-manager.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

