<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah NAPZA / Narkoba Indonesia - NAPZA Magazine</title>
	<atom:link href="http://www.napzaindonesia.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.napzaindonesia.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 07:14:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Pihak Berwenang AS Menyita Ganja Sintetis dari Sebuah Gudang di Ohio</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/pihak-berwenang-menyita-ganja-sintetis-dari-sebuah-gudang-di-ohio.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/pihak-berwenang-menyita-ganja-sintetis-dari-sebuah-gudang-di-ohio.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 19:54:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[ganja sintetis]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12663</guid>
		<description><![CDATA[West Carrollton &#8211; Pihak yang berwenang atas obat-obatan di West Carrollton, negara bagian Ohio, Amerika Serikat, Kamis (2/1) pagi waktu setempat, melakukan penggrebekan atas sebuah gudang yang menyimpan dan mendistribusikan ganja sintetis serta petunjuk mengenai kepemilikan obat-obatan ke beberapa toko setempat. Laman whiotv.com menyebutkan bahwa pihak berwajib yang tergabung dalam satgas operasi tersebut melakukan penyitaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12669" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/pihak-berwenang-menyita-ganja-sintetis-dari-sebuah-gudang-di-ohio.html/napza-as-syntheticmarijuana-k2-chicagotribune" rel="attachment wp-att-12669"><img class="size-full wp-image-12669 " style="margin: 5px;" title="Foto by: Chicago Tribune" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/napza-AS-SyntheticMarijuana-K2-chicagoTribune.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Ganja sintetik merek K2 (ilustrasi)</p></div>
<p><strong>West Carrollton</strong> &#8211; Pihak yang berwenang atas obat-obatan di West Carrollton, negara bagian Ohio, Amerika Serikat, Kamis (2/1) pagi waktu setempat, melakukan penggrebekan atas sebuah gudang yang menyimpan dan mendistribusikan ganja sintetis serta petunjuk mengenai kepemilikan obat-obatan ke beberapa toko setempat.</p>
<p>Laman <em>whiotv.com</em> menyebutkan bahwa pihak berwajib yang tergabung dalam satgas operasi tersebut melakukan penyitaan atas produk ganja sintetik merek &#8220;K2&#8243; dan beberapa perlengkapan merokok di Moreb Wholeshale, yang beralamat di 237 S.Alex Road, West Carrollton.<span id="more-12663"></span></p>
<p>&#8220;..Beragam bentuk dan variasi dari ganja sintetis ini dibuat secara ilegal pada Oktober 2011 silam, sementara amandemen terbaru atas kebijakan penggunaan ganja baru akan efektif pada Januari 2012 ini.&#8221; ujar salah seorang petugas yang tidak disebutkan namanya.</p>
<p>Menurutnya, baik di internet maupun di negara bagian lain ketersediaan obat-obatan ilegal masih cukup banyak.</p>
<p>Sementara, Phil Plummer, pejabat sherif di wilayah Montgomery mengatakan pihaknya tidak akan membiarkan produk ganja sintetis tersebut beredar di masyarakat, mengingat tingginya kasus penggunaan obat-obatan terlarang pada anak remaja setempat.</p>
<p>Sebelumnya pada April 2011 silam, pihak DEA Amerika Serikat memasukan lima merek ganja sintetis ke dalam daftar obat-obatan terlarang. Empat dari lima merek tersebut masing-masing &#8220;K2&#8243;, &#8220;Spice&#8221;, &#8220;Mr. Nice Guy&#8221; dan &#8220;Black Mamba&#8221;.</p>
<p>Laman <em>tokeofthetown.com</em> menyebutkan ganja sintetis ini terbuat dari zat-zat kimia tertentu seperti JWH-018, JWH-073, JWH-200, CP-47, 497 dan <em>cannabicyclohexanol</em>.</p>
<p>Bahan-bahan kimia ini dibuat di laboratorium dan memiliki tingkat kesamaan molekul dengan <em>tetrahydrocannabinol</em> (THC), yang merupakan zat psikoaktif utama dalam ganja, sehingga efek yang ditimbulkan saat mengonsumsinya sangat mirip dengan ganja.</p>
<p>Hanya saja saat dilakukan tes urin bagi para pengguna ganja sintetis ini, hasilnya akan menunjukan negatif. Tidak terdeteksinya zat-zat kimia yang &#8220;memabukkan&#8221; inilah yang kemudian membuat pihak berwenang di Amerika Serikat melarang dan memasukannya dalam daftar obat-obatan terlarang.(Whi/Gen)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/pihak-berwenang-menyita-ganja-sintetis-dari-sebuah-gudang-di-ohio.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Jepara Tewas Usai Pesta Minuman Keras</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/warga-jepara-tewas-usai-pesta-minuman-keras.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/warga-jepara-tewas-usai-pesta-minuman-keras.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 12:34:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[miras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12693</guid>
		<description><![CDATA[Kudus &#8211; Seorang tewas dan satu lainnya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus setelah pesta minuman keras oplosan di salah satu tempat di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Menurut Kepala Desa Pelemkerep Khoirul Anwar di Jepara, Kamis (2/1), mereka pesta minuman keras pada Minggu (29/1), setelah pencoblosan Pemilihan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_3111" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/fauzi-bowo-peredaran-miras-oplosan-resahkan-warga-jakarta.html/miras-oplosan" rel="attachment wp-att-3111"><img class=" wp-image-3111 " style="margin: 5px;" title="miras oplosan" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2010/08/miras-oplosan.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Miras oplosan (ilustrasi)</p></div>
<p><strong>Kudus</strong> &#8211; Seorang tewas dan satu lainnya harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudus setelah pesta minuman keras oplosan di salah satu tempat di Desa Pelemkerep, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.</p>
<p>Menurut Kepala Desa Pelemkerep Khoirul Anwar di Jepara, Kamis (2/1), mereka pesta minuman keras pada Minggu (29/1), setelah pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah Jepara.<span id="more-12693"></span></p>
<p>Menurut Khoirul Anwar, korban tewas bernama Junaidi (29) minum minuman keras bersama sejumlah warga lainnya di salah satu tempat di Desa Pelemkerep.</p>
<p>Usai minum minuman keras, sejumlah warga yang terlibat pesta tersebut tidak ada yang mengeluh sakit. Hanya saja, pada Senin (30/1) sejumlah warga yang ikut minum minuman keras mulai merasakan gejala sakit, sehingga ada yang dibawa ke Rumah Sakit Islam (RSI) Kudus dan RSUD Kudus.</p>
<p>Seperti yang diberitakan <em>AntaraJateng</em>, korban yang dirawat di RSI Kudus yakni Junaidi namun akhirnya meninggal dunia pada Rabu (1/1) setelah menjalani perawatan medis. Jasad korban dibawa ke rumah duka untuk segera dimakamkan. Sementara seorang lainnya Jariman (58) hingga saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kudus.</p>
<p>Kepala Polsek Mayong AKP Agus Subrojo mengatakan, hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kematian Junaidi.</p>
<p>&#8220;Hingga kini belum bisa memastikan penyebab kematian korban karena masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. Keluarga korban tewas juga belum bisa dimintai keterangannya soal kasus ini,&#8221; ujarnya. (Ant/G)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/warga-jepara-tewas-usai-pesta-minuman-keras.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilik 6,9 Kilogram Shabu Diadili di PN Medan</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/pemilik-69-kilogram-shabu-diadili-di-pn-medan.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/pemilik-69-kilogram-shabu-diadili-di-pn-medan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 08:04:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Bandara Polonia]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundup]]></category>
		<category><![CDATA[shabu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12653</guid>
		<description><![CDATA[Medan – NMH (41) alias Tudin, warga Aceh yang menjadi terdakwa kepemilikan 6,9 kilogram shabu, Kamis (2/2) siang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Tudin terpaksa duduk di kursi pesakitan setelah kedapatan membawa 6,9 gram shabu-shabu yang disimpan di dalam kotak kue. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova SH. dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa tertangkap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11747" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/hakim-pn-sleman-tolak-merehabilitasi-pengguna-ganja.html/paluhakim-tamankatablogspot" rel="attachment wp-att-11747"><img class="size-full wp-image-11747 " style="margin: 5px;" title="paluHakim-tamankataBlogspot" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/12/paluHakim-tamankataBlogspot.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Palu hakim (ilustrasi)</p></div>
<p style="text-align: left;"><strong>Medan</strong> – NMH (41) alias Tudin, warga Aceh yang menjadi terdakwa kepemilikan 6,9 kilogram shabu, Kamis (2/2) siang diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Tudin terpaksa duduk di kursi pesakitan setelah kedapatan membawa 6,9 gram shabu-shabu yang disimpan di dalam kotak kue.</p>
<p style="text-align: left;">Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova SH. dalam dakwaannya menyebutkan terdakwa tertangkap saat berada terminal keberangkatan Domestik Bandara Polonia Medan pada 4 November 2011 silam.<span id="more-12653"></span></p>
<p style="text-align: left;">Menurut Dwi Meily, saat itu petugas keamanan bandara Polonia Medan melalui mesin X-ray melakukan pemeriksaan atas tas dan kotak kue milik terdakwa. Melihat ada sesuatu yang janggal, petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih mendalam di sebuah ruangan khusus.</p>
<p style="text-align: left;">Saat petugas bea dan cukai melakukan pemeriksaan atas isi tas dan kotak kue milik terdakwa, petugas menemukan tujuh bungkus plastik klip tembus pandang yang berisi shabu-shabu, yang setelah ditimbang ternyata mencapai berat 6,955 gram.</p>
<p style="text-align: left;">Petugas kemudian mengamankan terdakwa beserta barang bukti narkotika miliknya dan kemudian ke Dit Narkoba Polda Sumut.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum, mengancam terdakwa dengan pidana Pasal 114 (2) Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.</p>
<p style="text-align: left;">Majelis Hakim yang diketuai M Ramli Amat Darasah, memutuskan sidang akan dilanjutkan kembali pada Rabu (8/2) dengan agenda mendengarkan eksepsi atau tanggapan terdakwa NMH atas dakwaan JPU tersebut.(Ant/G)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/pemilik-69-kilogram-shabu-diadili-di-pn-medan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diancam Kartel, 2500 Polisi Ciudad Juarez Mengungsi ke Hotel</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/diancam-kartel-2500-polisi-ciudad-juarez-mengungsi-ke-hotel.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/diancam-kartel-2500-polisi-ciudad-juarez-mengungsi-ke-hotel.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 08:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Ciudad Juarez]]></category>
		<category><![CDATA[kartel]]></category>
		<category><![CDATA[kartel narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Meksiko]]></category>
		<category><![CDATA[NAPZA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12667</guid>
		<description><![CDATA[Ciudad Juarez &#8211; Seluruh anggota kepolisian di kota perbatasan Meksiko &#8211; AS, Ciudad Juarez diperintahkan meninggalkan rumah dan untuk sementara tinggal di hotel demi keselamatan nyawa mereka. Perintah ini diturunkan setelah 5 orang anggota polisi dibunuh oleh kelompok-kelompok pengedar NAPZA setempat. Kelompok pengedar NAPZA mengancam membunuh seorang anggota polisi perhari, bila Kepala Polisi Ciudad Juarez, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignleft size-full wp-image-8589" style="margin: 5px" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/05/napzameksiko1.jpg" alt="" width="250" height="167" />Ciudad Juarez</strong> &#8211; Seluruh anggota kepolisian di kota perbatasan Meksiko &#8211; AS, Ciudad Juarez diperintahkan meninggalkan rumah dan untuk sementara tinggal di hotel demi keselamatan nyawa mereka. Perintah ini diturunkan setelah 5 orang anggota polisi dibunuh oleh kelompok-kelompok pengedar NAPZA setempat.</p>
<p>Kelompok pengedar NAPZA mengancam membunuh seorang anggota polisi perhari, bila Kepala Polisi Ciudad Juarez, Julian Leyzaola menolak mundur.<span id="more-12667"></span></p>
<p>Walikota Juarez, Hector Murguia menyatakan pada Rabu (1/2) bahwa ancaman kelompok pengedar tersebut merupakan respon terhadap kerasnya aksi polisi terhadap kartel NAPZA.</p>
<p>Walikota Murguia mengatakan, tidak mungkin Leyzaola mundur dari jabatannya. Murguia menekankan, para polisi sangat murka karena peristiwa penyerangan tersebut, mereka tetap berkomitmen untuk memerangi kejahatan peredaran NAPZA.</p>
<p>Jurubicara Kepolisian Ciudad Juarez, Adrian Sanchez mengatakan bahwa mereka diminta menjauh dari rumah pasca penembakan Senin (30/1) lalu. Penyerangan biasa terjadi saat petugas polisi berangkat atau pulang ke rumah mereka.</p>
<p>Pemerintah Juarez telah menganggarkan 2 juta dolar AS untuk menempatkan para petugas polisi di hotel-hotel, tetapi tidak disebutkan untuk berapa lama.</p>
<p>Setidaknya ditemukan 10 pesan berisi ancaman pada kepolisian Ciudad Juarez minggu lalu. Pesan tersebut ditandatangani oleh kartel NAPZA <em>New Juarez</em>, sempalan dari kartel NAPZA <em>La Linea</em>, target utama aksi penegak hukum akhir-akhir ini.(AP/YS)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/diancam-kartel-2500-polisi-ciudad-juarez-mengungsi-ke-hotel.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mabes Polri Ringkus Delapan Anggota Jaringan Internasional</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/mabes-polri-ringkus-delapan-anggota-jaringan-internasional.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/mabes-polri-ringkus-delapan-anggota-jaringan-internasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Feb 2012 06:34:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Iran]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[penyelundup]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12590</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri meringkus delapan tersangka kasus narkoba yang diduga kuat terkait dengan jaringan internasional. &#8220;Delapan tersangka ditangkap pada hari Kamis (26/1) di beberapa tempat di Jakarta,&#8221; kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis (2/2). Penangkapan pertama berawal pada pukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12237" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/polisi-gagalkan-penyelundupan-shabu-60kg-dan-tewaskan-3-anggota-sindikat.html/275-polmabespolri" rel="attachment wp-att-12237"><img class="size-full wp-image-12237 " style="margin: 5px;" title="Mabes Polri (ilustrasi)" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2012/01/275-polMabesPolri.jpg" alt="Mabes Polri" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Mabes Polri</p></div>
<p style="text-align: left;"><strong>Jakarta</strong> &#8211; Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri meringkus delapan tersangka kasus narkoba yang diduga kuat terkait dengan jaringan internasional.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Delapan tersangka ditangkap pada hari Kamis (26/1) di beberapa tempat di Jakarta,&#8221; kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution di Jakarta, Kamis (2/2).<span id="more-12590"></span></p>
<p style="text-align: left;">Penangkapan pertama berawal pada pukul 20.30 WIB dengan tersangka berinisial D di depan Plaza Hotel Harco Mas, Mangga Dua, Jakarta Pusat dan tersangka menggunakan mobil Avanza, ujarnya.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Dari tersangka D ditemukan barang bukti sebanyak sepuluh kilogram sabu, 10 ribu butir ekstasi dan 10 ribu butir pil happy five,&#8221; kata Saud.</p>
<p style="text-align: left;">Tersangka ini sudah diikuti selama dua bulan dan merupakan jaringan narkoba internasional, khususnya shabu berasal dari Iran, ekstasi dari Belanda dan happy five dari China, paparnya.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Narkoba tersebut dibawa ke Indonesia melalui Malaysia dengan menggunakan perahu kecil menuju ke Aceh dan dibawa ke Jakarta melalui jalan darat,&#8221; tutur Saud, menjelaskan.</p>
<p style="text-align: left;">Dari penangkapan tersangka D, selanjutnya ditangkap tersangka H di kawasan Ancol saat menuju Tanjung Priok dan ditemukan barang bukti sebanyak 20 kilogram shabu, 10 ribu ekstasi dan 10 ribu happy five, ucapnya.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Kemudian kita menangkap kita menangkap enam orang lagi yaitu AF, AN, AL, NO, MES dan SA. Serta disita 25 kilogram, 10 ribu ekstasi dan 10 ribu happy five,&#8221; kata Saud.</p>
<p style="text-align: left;">Menurut<em> AntaraNews.com</em> dari hasil pemeriksaan barang bukti yang diselundupkan melalui Malaysia dan dikendalikan dari Malaysia serta dari Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Tanggerang dan Jakarta, kata Kadiv Humas.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Para tersangka merupakan pihak yang membantu mengedarkan dan total barang bukti sebanyak 55 kilogram sabu, 50 ribu butir ekstasi dan 30 butir happy five,&#8221; ujar Saud. Tiga diantara para tersangka adalah wanita yakni NO, MES dan SA, katanya.(Ant/G)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/mabes-polri-ringkus-delapan-anggota-jaringan-internasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tersangka Shabu Berhasil Kabur dari Ruang Penyidik</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/tersangka-shabu-berhasil-kabur-dari-ruang-penyidik.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/tersangka-shabu-berhasil-kabur-dari-ruang-penyidik.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 13:34:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[shabu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12586</guid>
		<description><![CDATA[Semarang &#8211; DSS (36) seorang tersangka kasus shabu yang sedang ditahan di Satnarkoba Polresta Semarang, Selasa (31/1) pukul 15.30 WIB melarikan diri dari ruang penyidik. Tersangka kabur melalui jendela lantai dua dengan cara melompat dan kemudian melarikan diri ke gedung belakang yang berbatasan dengan pagar samping Mapolrestabes Semarang. Kesempatan ini diambil warga Banyumanik, Semarang saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11497" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/dua-pelajar-ditangkap-polisi-karena-kedapatan-membawa-005-gram-shabu.html/275-polri" rel="attachment wp-att-11497"><img class="size-full wp-image-11497 " style="margin: 5px;" title="polri / napzaindonesia.com" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/12/275-polri.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Polri</p></div>
<p style="text-align: left;"><strong>Semarang</strong> &#8211; DSS (36) seorang tersangka kasus shabu yang sedang ditahan di Satnarkoba Polresta Semarang, Selasa (31/1) pukul 15.30 WIB melarikan diri dari ruang penyidik.</p>
<p style="text-align: left;">Tersangka kabur melalui jendela lantai dua dengan cara melompat dan kemudian melarikan diri ke gedung belakang yang berbatasan dengan pagar samping Mapolrestabes Semarang. Kesempatan ini diambil warga Banyumanik, Semarang saat sang penyidik yang memeriksa perkaranya sedang keluar ruangan selama beberapa menit.<span id="more-12586"></span></p>
<p style="text-align: left;">Sayangnya, anggota satnarkoba yang mengetahui kejadian tersebut tidak berhasil mengejar tersangka.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelumnya, tersangka DSS ditangkap di Jalan Durian, Banyumanik, Semarang atas dugaan menjadi pengguna sekaligus pengedar shabu di sekitar tempatnya tinggal.</p>
<p style="text-align: left;">Polisi yang menggeledah tempat DSS kemudian menyita barang bukti antara lain satu paket shabu, empat kantong plastik sisa shabu, satu telepon seluler, alat penghisap, kertas aluminium, korek api gas, serta sedotan.</p>
<p style="text-align: left;">Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Djoko Tjahyono membantah adanya tahanan kasus narkoba yang kabur dari tahanan.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Tersangka itu tidak kabur tapi dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan penyidik karena tidak ditemukan cukup bukti pada yang bersangkutan,&#8221; katanya.(Gen)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/tersangka-shabu-berhasil-kabur-dari-ruang-penyidik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERFORMA Hadirkan Dua Saksi Tindak Kekerasan Polisi Terhadap Pengguna NAPZA</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/performa-hadirkan-dua-saksi-tindak-kekerasan-polisi-terhadap-pengguna-napza.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/performa-hadirkan-dua-saksi-tindak-kekerasan-polisi-terhadap-pengguna-napza.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 07:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga]]></category>
		<category><![CDATA[ganja]]></category>
		<category><![CDATA[Pengguna NAPZA]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12587</guid>
		<description><![CDATA[Jogjakarta &#8211; Komunitas advokasi pengguna NAPZA (PERFORMA) Semarang, Rabu (1/2) pagi ini menghadirkan dua saksi dalam pemeriksaan kasus tindak kekerasan yang dilakukan anggota satuan narkoba Polres Sleman terhadap tiga pengguna ganja asal Semarang. Kedua saksi ini adalah Ira Hapsari dan Tony Tito, keduanya anggota PERFORMA yang menyaksikan kondisi tubuh ketiga pengguna ganja yakni AM, AA [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_8187" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/bidpropam-polda-bali-selidiki-kasus-tersangka-shabu-patah-tangan.html/polpropam" rel="attachment wp-att-8187"><img class=" wp-image-8187 " style="margin: 5px;" title="image: Propam / napzaindonsia.com" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/05/polPropam.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Propam</p></div>
<p><strong>Jogjakarta</strong> &#8211; Komunitas advokasi pengguna NAPZA (PERFORMA) Semarang, Rabu (1/2) pagi ini menghadirkan dua saksi dalam pemeriksaan kasus tindak kekerasan yang dilakukan anggota satuan narkoba Polres Sleman terhadap tiga pengguna ganja asal Semarang.</p>
<p>Kedua saksi ini adalah Ira Hapsari dan Tony Tito, keduanya anggota PERFORMA yang menyaksikan kondisi tubuh ketiga pengguna ganja yakni AM, AA dan DR yang mengalami tindak kekerasan fisik yang dilakukan belasan anggota satnarkoba Polres Sleman pada Agustus 2011 lalu.<span id="more-12587"></span></p>
<p>Keduanya diperiksa di ruang provoost, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Kepolisian Daerah Istimewa Jogjakarta, mulai pukul 10.30 WIB.</p>
<p>Dihadapan penyidik provoost Propam Polda DIY, kedua saksi ini menceritakan kondisi tubuh ketiga pengguna ganja yang mereka lihat saat keduanya menjenguk para korban tindak kekerasan aparat di ruang tahanan satnarkoba Polres Sleman.</p>
<p>&#8220;Ketiganya mengalami lebam-lebam pada beberapa bagian tubuh, AM misalnya mengalami lebam pada beberapa bagian wajah, sementara AA mengalami lebam pada bagian lengan atas dan DR mengalami lebam pada bagian tubuh dada dan punggung,&#8221; papar Toni Tito saat ditemui <em>NapzaIndonesia.com</em>, usai pemeriksaan, Rabu (1/2).</p>
<p>Adapun pemeriksaan kedua saksi ini merupakan tindak lanjut atas laporan Yvonne Sibuea, koordinator umum PERFORMA pada <a href="http://www.napzaindonesia.com/11-anggota-satuan-narkoba-polres-sleman-diadukan-ke-propam.html" target="_blank">13 Januari 2012 lalu</a>, atas tindak kekerasan yang dilakukan belasan anggota satnarkoba Polres Sleman terhadap tiga anggota PERFORMA Semarang.</p>
<p>Sebelumnya, AM, AA dan DR ditangkap pada 16 Agustus 2011 lalu di dua lokasi terpisah di Jogjakarta. Ketiganya ditangkap usai mengikuti pertemuan komunitas pengguna NAPZA terkait persiapan Pertemuan Nasional (PERNAS) AIDS ke IV yang berlangsung pada 1-6 Oktober 2011.</p>
<p>AM ditangkap 16 Agustus petang di sekitar jalan Malioboro. Saat ditangkap sejumlah orang yang mengaku sebagai polisi tersebut tidak dapat menunjukan surat perintah penangkapan dan surat perintah penggeledahan atas dirinya.</p>
<p>AM yang berusaha meminta para petugas menunjukan kedua surat tersebut malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan berupa pemukulan pada beberapa bagian wajah dan perut.</p>
<p>Sementara AA dan DR ditangkap beberapa jam kemudian di hotel tempat mereka menginap. Kendati pada diri AA dan DR petugas tidak menemukan barang bukti narkotika, namun hasil tes urin keduanya yang menunjukan hasil positif memaksa kedua mengikuti &#8220;perintah&#8221; petugas untuk dibawa ke kantor polisi.</p>
<p>Saat memeriksa AA dan DR, polisi juga melakukan berbagai macam tindak kekerasan berupa pemukulan dengan menggunakan berbagai macam alat seperti ikat pinggang dan tongkat rotan.</p>
<p>Setelah menjalani proses persidangan, AM dijatuhi hukuman 4 tahun penjara karena terbukti membawa ganja seberat 0,5 gram, sementara AA dan DR dijatuhi hukuman 7 bulan penjara potong masa tahanan.</p>
<p>Upaya mengajukan keringanan hukuman agar hakim menjatuhan vonis rehabilitasi atas ketiganya gagal setelah tiga majelis hakim dalam sidang terpisah menolak memberikan vonis rehabilitasi atas ketiganya, kendati ketiganya merupakan pasien rawat jalan dari institusi rehabilitasi dan Puskesmas sebagai institusi wajib lapor pecandu di Semarang. (Gen)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/performa-hadirkan-dua-saksi-tindak-kekerasan-polisi-terhadap-pengguna-napza.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemuda Tanggung Ditangkap Saat Hendak Memasok Shabu ke Kedungpane</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/pemuda-tanggung-ditangkap-saat-hendak-memasok-shabu-ke-kedungpane.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/pemuda-tanggung-ditangkap-saat-hendak-memasok-shabu-ke-kedungpane.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 05:44:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[pengedar]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[shabu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12688</guid>
		<description><![CDATA[Semarang &#8211; MS (23) warga Rejomulyo Semarang Timur, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah kedapatan berusaha memasok psikotropika jenis shabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang. &#8220;Saya menyembunyikan shabu tersebut di dalam jaket, namun ketahuan petugas,&#8221; ujarnya pasrah, saat gelar perkara di satnarkoba Polrestabes Semarang, Selasa (31/1). Sebelumnya MS bermaksud memberikan shabu tersebut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_11497" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/dua-pelajar-ditangkap-polisi-karena-kedapatan-membawa-005-gram-shabu.html/275-polri" rel="attachment wp-att-11497"><img class="size-full wp-image-11497 " style="margin: 5px;" title="polri / napzaindonesia.com" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2011/12/275-polri.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Polri</p></div>
<p style="text-align: left;"><strong>Semarang</strong> &#8211; MS (23) warga Rejomulyo Semarang Timur, terpaksa harus berurusan dengan pihak berwajib, setelah kedapatan berusaha memasok psikotropika jenis shabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane, Semarang.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Saya menyembunyikan shabu tersebut di dalam jaket, namun ketahuan petugas,&#8221; ujarnya pasrah, saat gelar perkara di satnarkoba Polrestabes Semarang, Selasa (31/1).<span id="more-12688"></span></p>
<p style="text-align: left;">Sebelumnya MS bermaksud memberikan shabu tersebut kepada kakaknya yang berstatus warga binaan di Lapas Kedungpane.</p>
<p style="text-align: left;">Kepada polisi, MS mengaku bahwa shabu tersebut didapatnya dari seseorang yang tidak dikenalnya dengan cara membeli dan dikirim melalui jasa pengiriman paket.(Gen)</p>
<p style="text-align: left;">
<p style="text-align: left;">
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/pemuda-tanggung-ditangkap-saat-hendak-memasok-shabu-ke-kedungpane.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Psikolog: Akibat Kebijakan Perangi Narkoba, 80 Persen Anak Meksiko Alami PTSD</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/psikolog-akibat-kebijakan-perangi-narkoba-80-persen-anak-meksiko-alami-ptsd.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/psikolog-akibat-kebijakan-perangi-narkoba-80-persen-anak-meksiko-alami-ptsd.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 01:11:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Iptek]]></category>
		<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pulik]]></category>
		<category><![CDATA[Meksiko]]></category>
		<category><![CDATA[WoD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12582</guid>
		<description><![CDATA[Ciudad Juarez &#8211; Sebuah hasil studi di Meksiko baru-baru ini menyebutkan 80 persen anak-anak di Ciudad Juarez, negara bagian Chihuahua, Meksiko bagian utara mengalami stress pasca trauma atau post-traumatic stress disorder (PTSD) akibat tindak kekerasan yang terjadi di dalam rumah dan lingkungan sekitarnya, terkait kebijakan perang melawan narkoba pemerintah Meksiko. &#8220;Penelitian ini dilakukan pada anak-anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12633" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/psikolog-akibat-kebijakan-perangi-narkoba-80-persen-anak-meksiko-alami-ptsd.html/napza-meksiko-patroli-polisi-healthdotmitrasitesdotcom" rel="attachment wp-att-12633"><img class="size-full wp-image-12633 " style="margin: 5px;" title="Foto: health.mitrasites.com" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/napza-meksiko-patroli-polisi-healthDOTmitrasitesDOTcom.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Patroli Polisi Meksiko (ilustrasi)</p></div>
<p style="text-align: left;"><strong>Ciudad Juarez</strong> &#8211; Sebuah hasil studi di Meksiko baru-baru ini menyebutkan 80 persen anak-anak di Ciudad Juarez, negara bagian Chihuahua, Meksiko bagian utara mengalami stress pasca trauma atau <em>post-traumatic stress disorder</em> (PTSD) akibat tindak kekerasan yang terjadi di dalam rumah dan lingkungan sekitarnya, terkait kebijakan perang melawan narkoba pemerintah Meksiko.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Penelitian ini dilakukan pada anak-anak usia antara 5 hingga 12 tahun, yang mendatangi rumah sakit anak di Ciudad Juarez, baik sebagai pasien rawat inap maupun pasien rawat jalan,&#8221; ungkap Psikolog Leila Ruiz Escalona, Kepala Departemen Psikologi, Rumah Sakit Anak Ciudad Juarez, Rabu (1/2) waktu setempat.<span id="more-12582"></span></p>
<p style="text-align: left;">Laman <em>Milenio.com</em> menyebutkan bahwa menurut Leila Ruiz, gangguan stress pasca-trauma ini pada umumnya terjadi akibat kekerasan tingkat tinggi, jika pasien tiba tiba menjadi diam dan tidak mengatakan apapun, maka gejala-gejala ini mulai terlihat.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Gejala-gejala stress pasca-trauma ini antara lain terlihat dengan adanya gangguan kecemasan, sakit kepala, sakit perut serta kebingungan yang berlebihan pada setiap anak.&#8221; ungkap Leila Ruiz Escalona.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam studi ini Leila Ruiz dan rekan-rekan penelitinya menemukan delapan dari sepuluh anak yang menyaksikan kekerasan akibat kebijakan perang terhadap NAPZA (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya) di jalan-jalan Ciudad Juarez, mengalami gangguan PTSD.</p>
<p style="text-align: left;">Leila Ruiz juga menjelaskan bahwa PTSD dapat terjadi pada individu dari berbagai usia, dan umumnya PTSD mulai menyerang tidak hanya setelah peristiwa bencana alam seperti gunung meletus ataupun banjir, tetapi juga terjadi karena tindak kekerasan akibat perang, perkosaan, pemenjaraan dan serangan terorisme.</p>
<p style="text-align: left;">Pekan lalu, Georgina Cárdenas, seorang peneliti dari Universidad Nacional Autónoma de México, mengungkapkan sebelum kebijakan perang terhadap narkoba diambil presiden Filipe Chalderon pada 2006 lalu, di Ciudad Juarez hanya ditemukan 27 persen dari populasi warga kota yang menderita gangguan ini. Jumlah ini nyaris menyamai 30 persen jumlah tentara yang menderita gangguan PTSD saat berangkat perang.(Mil/Gen)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/psikolog-akibat-kebijakan-perangi-narkoba-80-persen-anak-meksiko-alami-ptsd.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERFORMA Siap Penuhi Panggilan Propam Polda DIY</title>
		<link>http://www.napzaindonesia.com/performa-siap-penuhi-panggilan-propam-polda-diy.html</link>
		<comments>http://www.napzaindonesia.com/performa-siap-penuhi-panggilan-propam-polda-diy.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 23:34:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Advokasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga]]></category>
		<category><![CDATA[LSM]]></category>
		<category><![CDATA[Performa]]></category>
		<category><![CDATA[Polri]]></category>
		<category><![CDATA[Propram]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.napzaindonesia.com/?p=12585</guid>
		<description><![CDATA[Semarang &#8211; Komunitas advokasi pengguna NAPZA (PERFORMA) Semarang, Rabu (1/2) pagi ini berangkat ke Yogjakarta, guna memenuhi penggilan pemeriksaan lanjutan sebagai saksi pelapor atas tindak kekerasan terhadap tiga pengguna ganja yang ditangkap anggota Satuan narkoba Polres Sleman, Agustus 2011 silam. &#8220;Kami pagi ini akan berangkat ke Jogja, memenuhi panggilan dari Bidang Propam Polda DIY yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_12630" class="wp-caption alignleft" style="width: 285px"><a href="http://www.napzaindonesia.com/performa-siap-penuhi-panggilan-propam-polda-diy.html/dsc00003" rel="attachment wp-att-12630"><img class="size-thumbnail wp-image-12630 " style="margin: 5px;" title="Yvonne Sibuea / napzaindonesia.com" src="http://www.napzaindonesia.com/wp-content/uploads/2012/02/DSC00003-275x157.jpg" alt="" width="275" height="157" /></a><p class="wp-caption-text">Yvonne Sibuea</p></div>
<p><strong>Semarang</strong> &#8211; Komunitas advokasi pengguna NAPZA (PERFORMA) Semarang, Rabu (1/2) pagi ini berangkat ke Yogjakarta, guna memenuhi penggilan pemeriksaan lanjutan sebagai saksi pelapor atas tindak kekerasan terhadap tiga pengguna ganja yang ditangkap anggota Satuan narkoba Polres Sleman, Agustus 2011 silam.</p>
<p>&#8220;Kami pagi ini akan berangkat ke Jogja, memenuhi panggilan dari Bidang Propam Polda DIY yang suratnya telah kami terima pada Kamis (27/1) pekan lalu,&#8221; papar Yvonne Sibuea, Koordinator Umum Komunitas PERFORMA kepada <em>NapzaIndonesia.com</em> di Semarang, Rabu (1/2).<span id="more-12585"></span></p>
<p>Menurut Yvonne Sibuea, pihaknya berterima kasih kepada Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (bidpropam) Polda DIY yang telah dengan cepat menindaklanjuti laporan tindak kekerasan baik fisik maupun mental yang dialamiketiga anggota PERFORMA pada pertengahan Agustus 2011 silam.</p>
<p>Sebelumnya, AM, AA dan DR ditangkap belasan anggota satnarkoba Polres Sleman pada 16 Agustus 2011 di dua lokasi terpisah di Jogjakarta. AM ditangkap di jalan Malioboro sementara AA dan DR ditangkap di salah sebuah hotel tidak jauh dari lokasi penangkapan AM.</p>
<p>Saat menangkap AM, orang-orang yang tidak dikenal dan kemudian diketahui sebagai anggota satuan reserse narkoba Polres Sleman, melakukan tindak kekerasan fisik di depan umum berupa pemukulan. Tindak kekerasan ini terjadi saat AM berusaha menanyakan surat perintah penangkapan dan surat perintah penggeledahan atas dirinya.</p>
<p>Petugas yang tidak bisa menunjukan surat perintah penangkapan dan surat perintah penggeledahkan kepada AM kemudian mengintimidasi pemuda lulusan SMP ini seraya melakukan beberapa kali pemukulan ke bagian wajah.</p>
<p>Tindak kekerasan terhadap AM ini kemudian berlanjut hingga di ruang penyidikan satnarkoba Polres Sleman. Dimana AM dan kedua rekannya yakni AA dan DR mengalami tindak penyiksaan dan penganiyaan ringan yang dilakukan oleh para penyidik satnarkoba Polres Sleman.(Gen)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.napzaindonesia.com/performa-siap-penuhi-panggilan-propam-polda-diy.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

