Nogales - Sedikitnya 29 orang ditemukan tewas pasca baku tembak antara dua kartel narkoba paling kuat di sebuah lahan terpencil di dekat kota Nogales, Negara Bagian Sonora, Meksiko Utara.
Pasca bentrok berdarah ini, pihak kepolisian Meksiko menahan sembilan orang, termasuk enam yang terluka dalam konfrontasi tersebut.
Media setempat mengatakan bahwa kedua kartel yang terlibat baku tembak tersebut memperebutkan jalur penyelundupan narkotika dan manusia ke Amerika Serikat.
Sebelumnya kedua kelompok bersenjata ini belum pernah terlibat baku tembak sengit yang melibatkan banyak orang tersebut.
Tidak ada indikasi mengenai pemicu pasti baku tembak antara kartel Sinaloa, yang dimotori oleh Joaquin “El Chapo” Guzman, dan kelompok sempalannya, kartel Beltran Leyva.
Sebelumnya di lokasi terpisah, pada Rabu (30/6) malam, tepatnya di Ciudad Juarez, orang-orang bersenjata membunuh Salas Garcia. Garcia adalah asisten jaksa agung negara bagian Chihuahua. Dalam insiden penembakan ini salah satu pengawal Garcia ikut tewas.
Kemudian pada Kamis (1/7) sebuah kepala yang terpenggal, dilaporkan sengaja ditinggalkan di luar rumah seorang calon kuat walikota Ciudad Juarez, Hector Murgia. Dugaan sementara, aksi sadis ini terkait dengan pemilihan walikota yang akan berlangsung pada Minggu (4/7).
Selama beberapa bulan, para calon peserta Pemilu mengeluhkan intimidasi oleh kalangan geng, dan terpaksa membatasi kegiatan kampanye mereka di kawasan yang berbahaya.
Rodolfo Torre Cantu, yang mencalonkan diri sebagai gubernur di negara bagian Tamaulipas, ditembak mati bersama empat orang pendukungan di dekat Ciudad Victoria, pada Senin (28/6).(BBC/Gen)
Tags: kartel, Meksiko, narkotika, penyelundup
Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....
Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...
Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...