Jakarta – Jaringan Pemantau Pelangaran HAM (JP2HAM), menyatakan kekecewaannya atas ketidakhadiran Dir IV Narkotika Mabes Polri saat berlangsungnya dialog publik terkait “Laporan Tindak Kekerasan Terhadap Pengguna Napza” yang berlangsung di ruang pertemuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KOMNAS HAM), Selasa (14/2).
Koordinator Forum Korban Napza (FORKON) Jakarta, Herru Pribadi, Rabu (15/2) mengatakan bahwa pihaknya sudah menghubungi berkali-kali Brigjen Arman Depari selaku Dir IV Narkoba Mabes Polri, namun tidak ada balasan.
“Ketidakhadiran Dir IV Narkotika Mabes POLRI ini cukup mengecewakan, mengingat kami sudah menghubungi beliau sejak sebulan lalu,” ungkap Herru Pribadi, koordinator Forum Korban Napza (FORKON) Jakarta.
Menurut Herru, kehadiran Dir IV Narkoba Mabes POLRI, sangat diperlukan mengingat selama ini pelaku tindak kekerasan terhadap pengguna napza, 51 persen dilakukan oleh aparat kepolisian.
“Ada beragam tindak kekerasan yang kerap dilakukan oleh polisi dari berbagai tingkatan, mulai dari Polda hingga ketingkat Polsek,” ungkap Herru Pribadi.
Adapun ragam tindak kekerasan itu, mulai dari tindak pemukulan hingga tindak pemerasan terhadap pengguna napza dan keluarganya.
Selasa (14/2), Jaringan Pemantau Pelanggaran HAM pada Pengguna NAPZA (JP2HAM) meluncurkan laporan hasil penelitian tindak kekerasan terhadap pengguna napza di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.
Ada 139 kasus pelanggaran HAM yang dilakukan aparat penegak hukum dan 51 persen diantaranya dilakukan oleh pihak kepolisian.(Gen)
Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....
Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...
Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...