Chihuahua -Sebanyak 19 orang dikabarkan tewas dan empat lainnya menderita luka luka, setelah puluhan orang bersenjata berat menyerbu sebuah pusat rehabilitasi pengguna Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (NAPZA), di kota Chihuahua, Meksiko Utara, Kamis (10/6) malam.
Para korban tewas dan luka-luka adalah pecandu yang sedang menjalani terapi dan petugas medis di pusat rehabilitasi setempat.
“Lebih 30 orang bersenjata datang dengan enam mobil pick-up.” ungkap salah seorang saksi mata yang tidak disebutkan namanya.
Sementara, jurubicara kepolisian Chihuahua, Fidel Banuelos, mengatakan para penyerang meninggalkan pesan yang menuduh para korban sebagai penjahat.
“Mereka menyerbu lantai dua gedung pusat rehabilitasi bernama Templo Cristiano Fe y Vida it dan menembak dengan senjata kaliber tinggi ke arah para pasien dan staf sebelum melarikan diri.” papar Fidel Banuelos.
Kejadian serupa juga pernah terjadi di pusat-pusat rehabilitasi pengguna NAPZA di Meksiko. Kejadian terakhir, tercatat pada september 2009 lalu yang menewaskan sedikitnya 10 pecandu NAPZA dan petugas medis di sebuah pusat rehabilitasi pecandu di Ciudad Juarez.
Di Meksiko, Chihuahua adalah salah satu kota paling mematikan selain Ciudad Juarez yang berbatasan langsung dengan negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.
Seperti halnya Ciudad Juarez, kota Chihuahua yang berbatasan langsung dengan negara bagian Texas, telah menjadi kota yang sangat strategis bagi aktivitas penyelundupan obat terlarang dari Meksiko ke Amerika Serikat. Tidak heran, jika kota ini selalu menjadi ajang pertempuran antar geng penyelundup narkotika.(BBC/AA/Gen)
Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....
Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...
Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...