Jakarta – Acara pertemuan jaringan nasional komunitas pengguna NAPZA, Rabu (15/2) siang membahas tentang keterwakilan Indonesia di jaringan regional pengguna NAPZA Asia, ANPUD.
Beberapa perwakilan kelompok yang hadir pada pertemuan ini adalah Lingkar Ganja Nusantara (LGN), Metadon Indonesia, Aliansi Rakyat untuk Perubahan Kebijakan NAPZA (ARPKN), Persaudaraan Korban NAPZA Indonesia (PKNI), Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI), dan Femme, kelompok perempuan lingkar napza di lima kota.“Keterwakilan Indonesia penting untuk menyuarakan permasalahan di nasional. Masalah NAPZA ini merupakan masalah global, dan untuk menyampaikan suara dari tingkat nasional kita butuh wadah di tingkat regional seperti ANPUD,” ujar Dhira, koordinator dari LGN.
Pendapat senada tentang pentingnya keterwakilan Indonesia pada organisasi pengguna NAPZA di tingkat regional juga disampaikan salah satu wakil organisasi perempuan yang bergerak dalam bidang advokasi kebijakan NAPZA, Naomi dari Femme.
“Harapannya dengan adanya wakil Indonesia dalam ANPUD dapat mendorong untuk perubahan kebijakan di dalam negeri, dengan mengangkat masalah kebijakan NAPZA di negara kita,” ujarnya. (IH)
Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....
Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...
Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...