Rencana Layanan Rumatan Methadone di Purwokerto Masih Dianggap Mahal

August 8th, 2010

napza PWT2

www.napzaindonesia.com

Purwokerto - Kendati baru beroperasi pada September mendatang, namun akses layanan methadone bagi para pengguna narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA) di Purwokerto, Jawa Tengah mulai dikeluhkan karena dianggap mahal dan memberatkan komunitas pengguna NAPZA.

Para pengguna NAPZA di “kota mendoan” ini, mengeluhkan besaran biaya yang harus dikeluarkan, jika ingin mengakses layanan rumatan methadone tersebut.

Menurut rencana rumatan methadone akan dikelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Margono Purwokerto. Selaku Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah, RSUD Margono mengenakan tarif tiket periksa sebesar 25 ribu rupiah setiap kali datang.

Sementara di Semarang yang merupakan ibukota Provinsi Jawa Tengah, RSUP Dr. Karyadi hanya mengenakan tarif tiket periksa sebesar 18 ribu rupiah, itupun masih jarang ada yang mengakses layanan rumatan methadone disana, karena para pengguna NAPZA lebih suka mengakses layanan methadone di Puskesmas Poncol yang hanya menerapkan tarif tiket periksa sebesar 4 ribu rupiah.

“Sebelum mengakses methadone, pengguna NAPZA yang berminat diharuskan melakukan tes narkoba dan fungsi hati. Biayanya sekitar 125 ribu rupiah.” kata salah seorang pengguna NAPZA yang tidak ingin disebutkan namanya kepada NapzaIndonesia.com dalam pertemuan pengguna NAPZA Purwokerto dengan Performa, kelompok advokasi kebijakan NAPZA Jawa Tengah, Minggu (8/8).

Meskipun dirasakan mahal, namun terapi substitusi methadone sangat ditunggu-tunggu para pengguna NAPZA di Purwokerto karena tidak adanya terapi substitusi lainnya, apalagi setelah impor subutex dan suboxone dihentikan Pemerintah Indonesia.

“Sampai saat ini, kami mencatat ada 31 pengguna NAPZA yang berminat mengakses layanan methadone di RSUD Margono. Saat ini kami sedang membicarakan dengan pihak rumah sakit untuk mengajukan keringan biaya akses Methadone menjadi 5 ribu rupiah, karena methadone diakses setiap hari dan kalau harganya 25 ribu seperti yang kami dengar, itu akan terasa berat.” ujar Luqyana Vera, salah satu aktivis yang mendampingi pengguna NAPZA di wilayah Purwokerto.(IH/Gen)

Komentar

  • Jungkie PWT

    Sebelumnya sya mewakili kawan2 pengguna Napza Purwokerto mngucapkan thx berat to Performa yg udah m care dengan keadaan kami dsini… Mslah yang disebutkan diatas memang cukup mngkhawatirkan kami (pengguna Napza} di sini, karena sejak terbunuh atau menghilangya program subtitusi subutex/subuxone secara mendadak disini cukup membuat kawan2 (termasuk saya sndiri} kewalahan dalam menjalani aktivitas keseharian.. Oleh karena itu kami selaku pengguna Napza yg msh aktif sngat membutuhkan diadakanya PTRM tersebut secepat2nya demi kelancaran kami dalam menjalani keseharian..
    Kmi juga sngt membutuhkan saran n pendapat dari kawan2 yang mungkin sudah pernah atau sedang menjalani PTRM ttg “BIAYA” yang dibutuhkan dalam mengakses PTRM yang telah dijelaskan diatas…
    Sx lg saya ucapkan trimaksh atas kepedulian dari kawan2 pada keadaan kami dsini…
    Tetap Semangatttttt….

Iptek

  • steve_jobs_150_100

    Steve Jobs: Menggunakan LSD Adalah Salah Satu Hal Terbaik Yang Pernah Saya Lakukan

    Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....

  • Sam-Nugraha2_150_100-150x100

    Samuel Nugraha: Kalahkan Adiksi, Pulihkan Martabat Pengguna NAPZA

    Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...

  • arthur001

    Arthur, Mantan Pecandu Yang Sukses Menjadi General Manager

    Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...