Lindsay Lohan Butuh Bantuan “Dream Team”

July 22nd, 2010
Your Ad Here

Deni Carise_150_100

photo: huffington post

Oleh: Deni Carise*

Philadelphia – Ketika tersebar berita minggu lalu bahwa Lindsay Lohan meminta pengacara Robert Shapiro untuk mendampinginya, saya yakin bahwa bintang bermasalah ini akhirnya mendapatkan orang yang tepat.

Shapiro yang kehilangan anak lelakinya 5 tahun lalu karena overdosis obat-obatan, sangat memahami masalah adiksi, dan sepertinya ia memiliki keinginan besar untuk memastikan pemulihan Lindsay. Sampai tiba-tiba, Shapiro berhenti mendampingi Lindsay, Senin malam (19/7), hanya satu jam sebelum Lindsay menyerahkan diri menjalani 90 hari pemenjaraan.

Lindsay tak lagi didampingi oleh Shapiro, tetapi mengamati ayah dan “kawan-kawan” ayah Lindsay muncul di Larry King Live pada Selasa malam (20/7), membuat saya tersadar bahwa Lindsay membutuhkan “dream team” dalam format yang berbeda.

Saya tidak bicara tentang agen-agen model atau manajer yang mampu memulihkan nama baik artis ini. Saya merujuk pada sebuah tim profesional dan para ahli pemulihan ketergantungan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lain (NAPZA) yang dapat membantu Lindsay memperbaiki kondisi kesehatannya.

Setelah masa pemenjaraaan yang berkisar antara 3 minggu, ia akan menjalani 3 bulan rehabilitasi wajib. Beberapa pengamat berpendapat bahwa rehabilitasi tak akan menolong Lindsay kecuali ia mengakui, bahwa ia memerlukannya. Tetapi biasanya, pecandu jarang dapat menyadari perilaku mereka yang  tak terkontrol seperti orang luar menilai diri mereka.

Penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang terpaksa menjalani rehabilitasi dari sebuah vonis pengadilan dapat berhasil pulih seperti mereka yang datang secara sukarela. Dengan kata lain, kecuali ada keajaiban, 90 hari rehabilitasi tidak akan cukup untuk mengubah pola perilaku Lindsay. Seperti kita ketahui bersama, Lindsay telah 3 kali menjalani rehabilitasi sebelumnya, tanpa ada keberhasilan signifikan.

Sebenarnya akan lebih berpengaruh bila Lindsay menjalani rehabilitasi rawat inap dalam waktu yang lebih lama, misalnya 6 bulan, diikuti dengan 6 bulan program rawat jalan dan pengawasan berkelanjutan.Pada awal rehabilitasi, Lindsay tidak perlu memasuki fasilitas transisi seperti yang dilakukannya sebelum masuk ke penjara. Yang terbaik untuk Lindsay adalah program medis intensif dimana dokter dan para ahli adiksi lainnya berjaga dan terlibat dalam merancang program pemulihan Lindsay.

Menurut laporan selama masa hukuman percobaan, Lindsay mengkonsumsi kombinasi obat-obatan yang berbahaya, termasuk opiat pemati rasa yang sangat keras seperti Dilaudid, hal ini memicu kecurigaan ayah Lindsay bahwa putrinya juga mengalami ketergantungan pada obat resep dokter.

Menurut Pamela S. Hyde seorang pejabat di Substance Abuse and Mental Health Services Administration (SAMHSA),”Penggunaan non medis obat-obatan resep dokter merupakan penyalahgunaan NAPZA terbesar kedua di Amerika Serikat saat ini.”.

Pada Mei 2008, anak tiri saya meninggal karena mencampur alkohol dengan obat-obatan resep dokter, sehingga saya tahu pasti bahwa obat-obatan tersebut sama mematikannya seperti heroin. Bila ternyata Lindsay benar-benar menyalahgunakan obat-obatan resep dokter, ia akan memerlukan tim ahli untuk bekerjasama dengannya, antara lain: seorang psikiater yang sangat mengerti tentang psiko-farmakologi, spesialis masalah nyeri dan para ahli masalah NAPZA lainnya.

Sebagai tambahan, sistem peradilan harus tetap terlibat untuk memastikan perkembangan Lindsay dan penggunaan NAPZA-nya harus terus menerus diamati. Harus dipastikan agar Lindsay tetap terlibat dalam proses tersebut.

Dalam sebuah sistem pemulihan, mereka yang berhasil pulih adalah orang-orang yang diawasi pada jangka waktu tertentu. Pengawasan dan dukungan seperti ini akan membantu Lindsay kembali berfungsi.

Tujuan tertentu bagi Lindsay atau untuk siapapun yang berjuang mengalahkan masalah penyalahgunaan NAPZA adalah kemandirian dan manajemen diri. Seperti diabetes, adiksi adalah kondisi kronis. Akan tetapi, kekambuhan bukan suatu yang tak bisa dicegah.

Seperti halnya pasien diabetes wajib mengawasi dan terus menerus menyesuaikan pengobatan penyakit mereka, Lindsay harus bleajar menyesuaikan volume dan intensitas dukungan pemulihannya untuk seumur hidup.

Ia memerlukan “dream team“, tetapi ia juga harus menyadari betapa berharganya kesempatan untuk pulih. Mungkin saat ini adalah saat yang paling tepat untuk meraihnya.(hufft/YS)

Deni Carise adalah  Chief Clinical Officer di Phoenix House, penyedia layanan adiksi terpadu di Philadelphia, AS.

Komentar

Iptek

  • steve_jobs_150_100

    Steve Jobs: Menggunakan LSD Adalah Salah Satu Hal Terbaik Yang Pernah Saya Lakukan

    Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....

  • Sam-Nugraha2_150_100-150x100

    Samuel Nugraha: Kalahkan Adiksi, Pulihkan Martabat Pengguna NAPZA

    Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...

  • arthur001

    Arthur, Mantan Pecandu Yang Sukses Menjadi General Manager

    Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...