
Ruang Tahanan
Surabaya – Kepala Rutan Kelas I Surabaya Wahid Husein menjelaskan, napi meninggal karena berbagai sebab. Terbanyak karena suspect HIV/AIDS. “Kalau tak salah, ada empat orang yang meniggal karena penyakit berbahaya ini,” papar Wahid.
Wahid Husein memaparkan lebih lanjut, masih adanya napi meninggal karena AIDS ini, tak murni karena penggunaan narkoba atau pola hidup selama di rutan.
Menurut Husein penyakit ini kemungkinan besar sudah ‘dibawa’ dari luar penjara. Ia pun mencontohkan tahanan Rutan Medaeng yang berinisial J, tahanan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya pada minggu lalu.
Tahanan PN itu menjalani persidangan pada Kamis (5/8) sesuai jadwal. Tapi kondisinya tiba-tiba drop dan langsung dirujuk ke RS. “Kondisinya sangat lemah. Dari informasinya, diduga dia suspect AIDS yang masuk stadium 4,” papar Wahid.
Saat di RS ia tidak dirawat karena petugas ingin mengecek penyakit apa yang dideritanya. Akhirnya pada Sabtu (7/8) tahanan PN itu meninggal.
Oleh sebab tahanan PN tersebut tidak memiliki keluarga, maka tak lama setelah ia meninggal petugas menguburnya di dekat Rutan Medaeng.
Wahid Husein menjelaskan, “ada beberapa napi atau tahanan lain yang juga menunjukan tanda suspect AIDS, seperti kena penyakit paru (tubercolosis)”.
“Meski napi atau tahanan yang suspect AIDS biasanya dari luar, namun kami secara intens mengecek kondisi mereka, mulai tes urine dan darah,” ungkap Wahid.(Sry/AM)
Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....
Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...
Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...