Terapi Metadon Segera Jangkau Pecandu Heroin di Bandar Lampung

August 27th, 2010
Your Ad Here

logo aIds

HIV/AIDS

Bandar Lampung – Komisi Penanggulangan AIDS Kota (KPAK) Bandar Lampung Jumat 27 Agustus 2010 mengadakan pertemuan pemangku kebijakan seri kedua. Pertemuan ini sekaligus merupakan Sosialiasi Layanan Jarum Suntik dan Alat Suntik Steril (LJASS) di tiga Puskesmas Kota Bandar Lampung.

Pertemuan tersebut merupakan pertemuan lanjutan dari pertemuan koordinasi yang diselenggarakan KPAK Bandar Lampung Kamis, 9 Agustus 2010 lalu.

Pertemuan Sosialisasi Program LJASS di Puskesmas ini dihadiri Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bandar Lampung, serta para petugas penjangkau dari Puskesmas Sukaraja, Puskesmas Simpur dan Puskesmas Kedaton sebagai Puskesmas penyedia layanan.

Adapun layanan yang disediakan di tiga Puskesmas tersebut antara lain: LJASS, media informasi, komunikasi dan informasi (KIE), penyediaan kondom, voluntary counseling and testing (VCT) dan Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM).

Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari beberapa kelompok yang berisiko tinggi terpapar virus HIV atau sering disebut Populasi Kunci, diantaranya yaitu Persaudaraan Korban NAPZA Lampung (PKNL), Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Lampung, Saburai Support Group Lampung, Skala PKBI Lampung, Gaylam (Komunitas Gay Lampung, dan kelompok dukungan sebaya (KDS) Community Care yang anggotanya merupakan komunitas pengguna NAPZA suntik (penasun).

Rendie DY. Yusliadie S.Sos sebagai pengelola program KPAK Bandar Lampung membuka pertemuan dengan paparan dengan tema Dasar Hukum Yang Mendasari Program LJASS, serta Mekanisme Program LJASS.

Sementara Adhit Al Faridzi dari Persaudaraan Korban NAPZA Lampung (PKNL) menyampaikan paparan mengenai Program Pengurangan Dampak Buruk NAPZA meliputi Program LJASS dan Terapi Methadone yang efektif. Adhit juga menjelaskan tentang sekelumit sejarah Program Pengurangan Dampak Buruk NAPZA, serta Dampak Buruk NAPZA dari perspektif Hukum dan HAM.

Program LJASS yang dilaksanakan di Bandar Lampung mendapatkan dukungan dana dari Global Fund Round 9 melalui KPA Nasional sebagai pengelola dana utama atau Principal Recipient (PR).

Edwin Saleh, Direktur Saburai Support Group Lampung memberi paparan tentang Tehnik Efektif Melakukan Pemetaan, Penjangkauan, dan Pendampingan terhadap Penasun. Paparan ini dibuat berdasarkan pengalaman lembaga mengelola program di lapangan.

Program LJASS dan layanan pengurangan dampak buruk NAPZA terpadu ini akan dilaksanakan mulai September 2010 di tiga Puskesmas yang ditunjuk diatas.

Klinik PTRM direncanakan segera beroperasi di RSUD Abdoel Moeloek Bandar Lampung. Pihak KPAK Bandar Lampung, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dan RSUD Abdoel Muluk akan melibatkan pihak Kepolisian Bandar Lampung untuk menyusun mekanisme kerja, sarana, dan prasarana yang diperlukan.

Klinik PTRM RSUD Abdoel Muluk juga tengah mempersiapkan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, ahli farmasi, analis laboratorium, konselor dan manajer kasus, demikian imbuh Rendie DY. Yusliadie S.Sos, pada pertemuan tersebut. (Adt7/YS)

Komentar

Iptek

  • steve_jobs_150_100

    Steve Jobs: Menggunakan LSD Adalah Salah Satu Hal Terbaik Yang Pernah Saya Lakukan

    Palo Alto – Kematian Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, telah menyentuh hati masyarakat dunia....

  • Sam-Nugraha2_150_100-150x100

    Samuel Nugraha: Kalahkan Adiksi, Pulihkan Martabat Pengguna NAPZA

    Bogor – Malam beranjak larut ketika NapzaIndonesia.com menemui Samuel Nugraha atau yang lebih akrab dipanggil...

  • arthur001

    Arthur, Mantan Pecandu Yang Sukses Menjadi General Manager

    Kuta – Sosok kita bulan ini adalah Arthur Stewart, lelaki asal Bandung yang saat ini...